Category: Stockholm
-
Bermalam Di Alam Kota Stockholm
Dalam dunia wisata, kata “alam” dan “kota” jarang muncul berdampingan, karena biasanya didalam kota tidak ada alam, pun di alam tiada kota. Tapi di Stockholm, bahkan kotanya punya banyak area hutan. Namun jika melihat Swedia yang 97% nya adalah alam (danau, gunung atau hutan) yang tidak dihuni [1], hal ini tidak mengherankan.
-
Kita Semua Adalah Duta
Pada kamus gue, seorang duta itu seseorang yang membawa suatu nilai untuk diperlihatkan dan dipromosikan kepada khalayak umum. Duta pariwisata itu orang yang mempromosikan pariwisata. Duta besar suatu negara membawa bendera negara tersebut. Duta Sari Roti pengen membuat Sari Roti dikenal diseluruh dunia. Tapi, kalau tidak secara khusus dilantik sebagai duta, apa kita tidak bisa…
-
Saman dan Pasar Malam
Oke pasar malamnya sebenarnya ngga malam. Tapi mulai jam 12 siang dan selesai jam 4 sore. Ah tapi seperti orang bijak bilang, apalah arti sebuah waktu. Pasar Malam Indonesia ini adalah acara tahunan yang digelar oleh komunitas Swedish Indonesian Society (SIS), yaitu komunitas gabungan orang Indonesia dan orang Swedia. Biasanya anggotanya orang Swedia yang berkeluarga…
-
Kembang Api di KTH
Kembang api itu bagi gue adalah masuk di kategori : Hal yang semua orang suka. Sama klasifikasinya dengan es krim dan coklat. Selain itu, ketiga hal ini juga bikin orang seneng dan bahagia. Kembang api juga sama. Yah kecuali kalau kembang apinya diarahin ke kita ya.
-
Kampus baru abang
Ada kata pepatah, tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Jaman sekarang, jangankan ilmu, semua hal ada di Cina. Tiruan iphone yang sukses, beras plastik, wah banyak deh. Saking banyaknya mungkin orang udah lupa kalau mereka punya Great Wall (tembok besar). Nah tapi kalau soal inovasi dan terobosan, Swedia itu jagonya. Ini salah satu alasan gue…
-
Sodertalje si Stasiun Ujung Selatan
Sesuatu yang jauh itu, belum tentu tidak membawa kebaikan buat kita. Tadi siang banget kita membuktikan teori itu ada benarnya. Ketika berkunjung ke salah satu stasiun terujung, terselatan, dari kereta Stockholm.
-
My Cultural Clash in Stockholm
Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung In my country Indonesia, We have that phrase. Meaning “Wherever We step our foot on, that is the sky We have to respect” , in this case, the sky means the rule. Ethic. and cultural habits.
-
Nikmatnya Kembali
Its good to be back, kalau kata orang jerman. Kembali itu nikmat. Setelah beberapa periode tinggal dan menetap di satu tempat, lalu pergi meninggalkannya selama beberapa periode lain, meninggalkan hal-hal menyenangkan, warna warni, teman-teman yang mudah membuat kita tertawa. Setelah pergi, lalu kembali. Bertemu lagi dengan hal-hal tersebut, dalam kala yang baru, cerita yang baru,…