Tetabuhan, Keringat dan Dinding Empat Sisi

jeruji
jeruji

Di tempat tanpa suara ini
derap kaki seharusnya menjadi hiburan
tapi nyatanya, keringat tak berhenti mengalir
semakin dekat, semakin cepat irama tetabuhan bisu

ketidak tahuan membunuh perlahan
seperti malu tak terburu-buru
jahat atau baik, teman atau lawan
tiada tempat lari, yang ada hanya dinding di empat arah mata angin

berdoa saja
entah terdengar atau doanya malu
karena hancur bukan pilihan
karena jutaan detik tidka akan berlalu dengan cepat

oleh satu cahaya langit
ketika jiwanya di balik jeruji, jam 6 petang, sendiri dan takut


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *